Scroll

Scrolling diperlukan untuk melihat seluruh isi halaman. Untuk mengurangi scolling, pembangun menggunakan table of content yang menyediakan konten-konten dari suatu tema.  Di sini terlihat bawa ada ketidak konsisten pada table of contain dari beberapa judul toolbar. Seperti lihat digambar di atas, tabel konten judul toolbar dengan nama “Jawa Timur” menggunakan line spacing sekiter 1.5 lines dan  bullet list dengan symbol “bulat“  sedangkan tabel konten dari judul Jawa Tengah & Yogyakarta menggunakan line spacing yang sigle terlihat lebih badat dan menggunakan bullets list dengan symbol “ bersigi empat”.

Candi di Indonesia

Gambar halaman kedua dari website Candi di Indonesia

Breadcrumb

Breadcrumb digunakan untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai posisi mereka saat ini. Dengan menggunakan breadcrumb, pengguna juga dapat menelusuri path yang telah dilaluinya sampai berada di posisi saat ini sehingga pengguna  dengan mudah dapat kembali ke halaman sebelumnya. Pada web ini tidak terdapat breadcrumb. karena tidak menggunakan breadcrumb, membuat user kadang agar bingung dengan posisinya, karena Pengembang web ini membuat judul pada setiap halaman sehingga pengguna bisa mengetahui dimana posisinya sekarang.

Ketidak konsistan windowsize

Ukuran windowsize halaman utama  dan halaman kedua tidak sama. Untuk halaman kedua ini, blackspace dari sebelah kanan terlalu lebar.

Text Pada Halaman

Ukuran teks sangat menentukan apakah sebuah konten dapat dibaca dengan mudah oleh pengunjung/pengguna atau tidak. Pada halaman Web Candi di Indonesia menggunakan ukuran teks agar kecil dan isi halamannya juga aga terlalu panjang. Tujuan pengembang web menggunakan ukuran teks kecil mungkin agar semua konten dapat ditampilkan dalam satu halaman tanpa scrolling. Akan tetapi, hal ini kurang memperhatikan kenyamanan pengguna dalam membaca konten. Jika pengguna kurang nyaman dengan penyajian konten, maka mereka akan mengabaikannya.

Tidak ada Fasilitas ke halaman Utam

Setelah masuk masuk ke halaman kedua dari halaman utama, di sini halaman ini tidak menyediakan fasilitah untuk balik ke halaman utama.

Posisi Konten “English Version”


Karena tidak ada fasilitas untuk membalik ke halaman utama, pada judol  “Candi” menyedia kan konten “English Version” untuk mengubah bahasa. Tujuan developer untuk kemudah pada user yang bisa ubah bahasa dan tidak harus ke halaman utama. Konten ini hanya ada pada judul Candi. Menurut saya konten ini lebih baik bersiafat independent, harus terletak pada suatu tempat yang bukan di dalam judul.

Candi di Indonesia

Windowsize

Dalam halaman home, ukuran window kurang besar .

White space

Karena ukuran window kurang besar yagni whitespace dari sebelah kiri maupun sebelah kanan aga terlihat terlalu lebar

Menu

Menu dari halaman awal ini ada dua menu yaitu “Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mempersembahkan Candi di Indonesia” dan “The National Library of Indonesia”. Dari dua menu tersebut berfungsi  menyediakan dua bahasa kepada user atau link untuk masuk kehalaman berikutnya.  Menu bilihan ini pertama terlihat seperti  tema dari situh web atau kata-kata yang menjelaskan gambar yang ada di belekang huruh terseput karena tidak ada  underline maupun  warna yang muncul pada text, baru setelah mouse over baru saya  sadar bawa itu  menu untuk memilih bahasa atau suatu link  untuk dapat diklik.

Kalimat  “ Silakan Memilih Jenis Bahasa” yang ada paling atas di  halaman dan “Please Select Desired Language Version” yang ada paling bawah halaman terlalu jauh dari menu memilih bahasa.
Candi di Indonesia

Situs ini dibangun oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dipersembahkan khusus kepada Congress of Southeast Asian Libraries (CONSAL), untuk disajikan sebagai bagian dari situs web Sekretariat CONSAL ( http://www.consal.org.sg/ ).
Tujuan pembuatan situs ini adalah menginformasikan keberadaan candi kepada seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat Indonesia mapun masyarakat internasional, sehingga mereka yang berminat untuk mengunjungi atau mengadakan penelitian tentang candi-candi tersebut bisa menjadikannya sebagai referensi.
Didalam web ini akan memberikan informasi lokasi candi yang ada di seluruh wilayah di Indonedia seperti Sumatera, Jawa Barat , jawa Tengah &Yogyakarta, Jawa Timur , dan Bali.
Candi di Indonesia

Web usability adalah salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah web. Pengembang harus memahami prinsip-prinsip usability sebelum mengimplemen-tasikannya pada sebuah web. Menurut Jacob Nielsen, usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai tingkat kemudahan user interface untuk digunakan. Usability juga mengacu kepada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses perancangan.
Usability didefenisikan melalui lima komponen, yaitu :
1. Learnability
Learnability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna untuk memenuhi task-task dasar ketika pertama kali mereka melihat/menggunakan hasil perancangan.
2. Efficiency
Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah mereka mempelajari hasil perancangan.
3. Memorability
Memorability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan rancangan dengan baik, setelah beberapa lama tidak menggunakannya.
4. Errors
Errors menjelaskan jumlah error yang dilakukan oleh pengguna, tingkat kejengkelan terhadap error dan cara memperbaiki error.
5. Satisfaction
Satisfaction menjelaskan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan rancangan.
Sebuah web dengan usability yang buruk akan ditinggalkan oleh penggunanya. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang akan membuat pengguna meninggalkan sebuah web :
a. Web sulit digunakan.
b. Homepage tidak menjelaskan tentang apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh pengguna pada web tersebut.
c. Pengguna mendapatkan adanya kesalahan pada web.
d. Informasi web sulit dibaca dan tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan pengguna.